Refleksi #1 Sadarkah Bahwa Kita Merasa Kuat Padahal Sebenarnya Lemah?
-ketika diri ini merasa kuat padahal lemah, namun tertepis karena hawa nafsu, hingga hati mengeras dan terasa hampa, ingin mencari tahu namun tidak mampu-
Bersyukurlah kita ketika dianugrahi perasaan yang peka karena kekosongan. Berarti bahwa Allah masih ada untuk kita, berarti Allah masih sayang dengan hambanya. Namun terkadang kita abai dengan itu, peringatan satu, dua, atau tiga ditepis begitu saja. Sehingga hati kita tidak peka lagi, hati kita keras seperti batu. Tahukah diri? Bahwa Allah selalu memberi tanda-tandanya setiap saat, setiap detik, menit dan jam.
Allah memang ingin diri-Nya ternotice oleh hamba yang tidak tahu malu ini. Tapi bukankah yang butuh Allah adalah kita? Apakah kita merasa kuat dengan cobaan yang menimpa jika tanpa campur tangan Allah sebagai penolong? Bukankah diri ini sombong ketika dirinya merasa kuat padahal lemah? Bukankah diri ini kuat karena Allah?
Komentar
Posting Komentar