Refleksi #1 Sadarkah Bahwa Kita Merasa Kuat Padahal Sebenarnya Lemah?

-ketika diri ini merasa kuat padahal lemah, namun tertepis karena hawa nafsu, hingga hati mengeras dan terasa hampa, ingin mencari tahu namun tidak mampu-

Sering kali kita tidak sadar bahwa sudah terlalu jauh kita berjalan semakin menjauh dari fitrah yang kita miliki. Ego dan hawa nafsu yang menggebu membuat jiwa ini lupa ada dzat yang memperhatikan di sana. Merasa nyaman merasa senang dengan hingar bingar dunia dimanapun tempatnya. Tapi satu hal yang terlupakan bahwa yang dirasa nyaman dan menyenangkan bukanlah kenyamanan dan kesenangan yang sebenarnya. Tidak terasa hati semakin hampa dan kosong. Seketika kesendirian menghampiri tidak ada orang-orang yang tadinya menemani, hati mulai sadar dan mencari, kenapa tidak nyaman? Kenapa hampa? Kenapa kosong? Kenapa seperti tidak berguna?

Bersyukurlah kita ketika dianugrahi perasaan yang peka karena kekosongan. Berarti bahwa Allah masih ada untuk kita, berarti Allah masih sayang dengan hambanya. Namun terkadang kita abai dengan itu, peringatan satu, dua, atau tiga ditepis begitu saja. Sehingga hati kita tidak peka lagi, hati kita keras seperti batu. Tahukah diri? Bahwa Allah selalu memberi tanda-tandanya setiap saat, setiap detik, menit dan jam. 

Allah memang ingin diri-Nya ternotice oleh hamba yang tidak tahu malu ini. Tapi bukankah yang butuh Allah adalah kita? Apakah kita merasa kuat dengan cobaan yang menimpa jika tanpa campur tangan Allah sebagai penolong? Bukankah diri ini sombong ketika dirinya merasa kuat padahal lemah? Bukankah diri ini kuat karena Allah? 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Refleksi #2 Sadari Kekuranganmu, Akui Kerendahanmu

Opini #2: Stop Galau