Refleksi #2 Sadari Kekuranganmu, Akui Kerendahanmu

 Sebaik-baiknya waktumu adalah saat engkau menyadari kekuranganmu, dan engkau pun kembali mengakui kerendahannya

-Ibnu Athaillah-


Ketika manusia tahu tapi tidak sadar apa yang dilakukannya. Kita harus sadar bahwa manusia adalah tempatnya segala kekurangan, setiap manusia Allah berikan kekurangan dan kelebihan masing-masing. Tidak sepantasnya manusa itu sombong kepada manusia lain apalagi kepada Pencipta.

Tapi terkadang kita melakukannya tanpa sadar. Nafsu sering menyembunyikan kewarasan, sampai akhirnya penyesalan datang terlambat. Penyesalan itu pun ada yg dapat diperbaiki dan tidak dapat diperbaiki yaitu ketika kematian sudah menimpa kita. Pintu taubat sudah tertutup dan hanya amalan-amalan yang tersisa sebagai penolong. 

Terkadang manusia sulit mengakui bahwa dirinya rendah. Masih ada langit di atas langit dan masih ada bumi di bawah bumi. Masih ada Allah yang paling tinggi di semesta ini. Ketika manusia sombong dengan jabatannya, ilmunya, hartanya, pencapaiannya, usahanya. Namun lupa, hal itu tidak pernah terjadi tanpa campur tangan Allah. 

Terkadang nikmat dan cobaan hanya beda tipis. Belum tentu yang dikatakan nikmat adalah sebuah kenikmatan yang hakiki, yang dapat menimbulkan kebahagian abadi. Belum tentu yang dianggap cobaan sejatinya adalah cobaan. Tapi karena Allah ingin setelah cobaan itu datang, kita sadar bahwa Allah ada untuk menolong, dan merasakan nikmat-Nya. 

Sadarkah bahwa manusia yang paling tinggi adalah yang paling tinggi juga imannya, tidak terbujuk dunia, dia hanya menganggap dunia hanyalah tempat singgah dan ladang untuk mencari keberkahan, pahala serta ridho-Nya. Baginya dunia adalah alat untuk mencapai kesenangan yang hakiki, yaitu akhirat yang di dalamnya ada surga. 

"Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong lagi membanggakan diri" QS. Luqman: 18


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Refleksi #1 Sadarkah Bahwa Kita Merasa Kuat Padahal Sebenarnya Lemah?

Opini #2: Stop Galau